pengetahuan

Konjungsi Temporal Sederajat

Dalam membuat teks cerita atau mengatakan kalimat yang berhubungan dengan waktu. Kamu pasti tidak akan bisa dipisahkan dengan konjungsi temporal atau sering disebut kata sambung. Konjungsi temporal tersebut berfungsi untuk menghubungkan antara kata dengan kata, frasa denga frasa, kalimat dengan kalimat, klausa dengan klausa maupun paragraf dengan paragraf. Namun khusus untuk konjungsi antar paragraf dinamakan transisi.

rumus.co.id

Konjugsi temporal memiliki fungsi untuk menghubungkan 2 kata berdasarkan keterangan waktu.

Karena tiap kata tidak selalu memiliki derajat yang setara. Maka tentu saja konjungsi temporal memiliki 2 jenis. Salah satunya adalah konjungsi temporal koordinatif atau sering disebut konjungsi temporal sederajat.

Konjungsi temporal sederajat merupakan jenis konjungsi yang digunakan untuk menggabungkan 2 kalimat yang memiliki kesetaraan derajat. seperti yang dijelaskan di rumus.co.id. Kesetaraaan tersebut dapat diuji dengan cara menghilangkan kata konjungsinya. Apabila setelah dihilangkan kata konjungsinya namun kedua kalimat tetap dapat berdiri sendiri. Maka dapat dipastikan kalau kedua kalimat itu derajatnya sama.

Contoh sederhana dari cara menguji konjungsi temporal sederajat adalah kalimat “Rudi sedang melakukan tes kesehatan mata, selanjutnya dia akan melakukan tes kesehatan gigi”. Apabila kata kaonjungsi berupa “selanjutnya” dihilangkan, maka 2 kalimat yang terdiri dari “Rudi sedang melakukan tes kesehatan mata” dan “dia (Rudi) akan mekakukan tes kesehatan gigi” tetep dapat dimengerti meskipun akan tidak efektif apabila diucapkan secara berurutan.

Kata hubung dalam Konjungi Temporal Sederajat

Karena kalimat yang digunakan pada konjungsi temporal sederajat merupakan kalimat yang sederajat. Tentunya akan memiliki perbedaan penggunaan kata konjungsiya dengan yang tidak sederajat. Kata hubung yang dapat digunakan untuk kalimat konjungsi temporal Sederajat antara lain: sebelumnya, sesudahnya, lalu, kemudian, selanjutnya. Kata konjungsi tersebut tidak boleh diletakkan diawal dan akhir kalimat. Harus disisipkan ditengah kalimat sebagai penanda karena kedua kalimat yang setara akan dapat teridentifikasi berasal dari 2 kalimat apabila kata hubung berada di tengah.

Contoh kalimat konjungsi temporal sederajat lain adalah “ Sari menyapu halaman, kemudian dia mengepel lantai” atau “Ali sedang menonton TV, sebelumnya dia sudah membersihkan kamarnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *