Bisnis

Makna dan Pengamalan dari Simbol Pancasila Kepala Banteng

Sebagai ideologi dan juga dasar negara, Pancasla memiliki lima simbol yang mana masing-masingnya mengatur dan mengikat sikap kita sebagai warga negara yang baik dan taat. Selain itu, Pancasila memang disusun oleh para pendahulu Bangsa untuk menjadi dasar kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara. Nah, sebagai rakyat yang nasionalis dan patuh, yuk simak ulasan tentang makna dan pengamalan dari simbol Pancasila Kepala Banteng di artikel berikut ini.

insanpelajar.com/lambang-pancasila-dan-artinya-dari-sila-ke-1-hingga-5

Makna dan Contoh Pengamalan dari Simbol Kepala Banteng

Kepala Banteng merupakan sebuah simbol yang terdapat di dalam Pancasila dan mewakili Sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan”. Hal ini berarti, bangsa Indonesia selalu mengedepankan cara musyawarah untuk mencapai mufakat dalam memutuskan sebuah kebijakan yang menyangkut kemaslahatan banyak orang. Inilah mengapa, Indonesia sekarang menjadi salah satu negara demokrasi terbesar dan independen di dunia.

Adapun simbol Pancasila berupa Kepala Banteng dimaknai dengan anggapan bahwa Banteng sejatinya adalah hewan yang suka untuk berkumpul dengan sesamanya. Ketika sekawanan Banteng selalu bersama, maka kelompok ini jarang dikacaukan musuh lain dan terhindar dari hewan apapun yang menjadi pemangsa.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah sejak lama para pedahulu Bangsa ini mengobarkan semangat juang dengan mengibaratkan bahwa warga negara Indonesia adalah Banteng-Banteng yang kuat. Dalam melawan penjajah pun, semangat meraih dan mempertahankan kemerdekaan selalu diwarnai dengan aksi-aksi perlawanan bak Banteng yang menyerbu terlepas dari apapun Suku dan Agamanya. Semua warga bersatu padu menjadi satu kumpulan yang bernama warga Indonesia.

Nah, sesuai dengan bunyi Sila keempat, cara yang sering dipilih oleh para pimpinan Bangsa hingga para pemangku kepentingan dalam menentukan keputusan adalah dengan musyawarah. Diskusi-diskusi yang dilakukan guna mencari suara terbanyak tersebut guna mencari sebuah keputusan yang mana didasarkan pada mufakat. Semua keputusan diambil berlandaskan kebaikan golongan dan tidak berlandaskan kepentingan pribadi.

Nah, beberapa contoh pengamalan dari Sila keempat dalam kehidupan sehari-hari adalah melakukan musyawarah dalam setiap keputusan, tidak memaksakan pendapat kepada orang lain, mau mendengarkan pendapat orang lain, dan menghormati serta menjunjung tinggi hasil yang diperoleh secara mufakat.

Demikian ulasan mengenai makna dan pengamalan dari simbol Pancasila Kepala Banteng. Semoga ulasannya bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *