Film

Mengapa Drama Korea Lebih Hits Daripada Sinetron Dalam Negeri?

Tak bisa dipungkiri, makin ke sini segala yang terjalin dengan budaya Korea Selatan makin booming dan menjadi favorit di kalangan masyarakat. Tak peduli  tua, muda, laki, perempuan, budaya Korea Selatan sesungguhnya punyai jenis yang begitu menghipnotis seluruh orang! Yang paling banyak mengambil perhatian, apalagi jika bukan gelombang Kdrama dengan sebutan lain serial Korea yang kini banyak diputar di stasiun televisi nasional.

Berikut ini sederet alasan mengapa drama Korea lebih banyak digandrungi ketimbang sinetron didalam negeri berikut ini yuk!

dramakoreaindo.club

1.Kualitas Akting Jempolan Para Aktor dan Aktris!

Menjadi seorang aktor di Korea Selatan sesungguhnya tak semudah membalikkan tangan. Ada bisnis dan kerja keras untuk menempa kekuatan berakting mereka hingga menjadi bintang ternama. Para aktor yang debut di beragam film dan drama Korea pun, mesti melewati tahapan pelatihan di agensi mereka masing-masing. Jika telah punyai visual yang cantik dan tampan, mereka masih diwajibkan menjalani diet ketat dan latihan akting yang rutin. Demi punyai skill yang bagus, mereka pun senang menjalani trainee sepanjang bertahun-tahun sebelum akan kelanjutannya debut sebagai aktor dan aktris.

Dan hasilnya?! Bisa kalian lihat kualitas akting para bintang di serial Korea. Setiap adegan yang ditampilkan begitu didalam dan penuh penghayatan. Bisa dibilang, komunikasi antar pemain berhasil memunculkan cerita hingga nampak nyata di didalam drama. Tak heran, jika banyak warga local yang nonton drama korea tersebut.

  1. Kualitas Pengambilan Gambar Yang Lebih Keren

Harus diakui untuk kualitas kamera dan teknologi yang dipakai di Korea Selatan sesungguhnya jauh tidak sama bersama dengan yang tersedia di Indonesia. Rumah produksi yang banyak membuahkan drama-drama hits tetap kenakan kamera bersama dengan kualitas gambar HD serta bersama dengan angle yang menyeluruh. Mereka bisa menyita satu adegan berulang-ulang demi memperoleh hasil gambar yang baik. Berbeda bersama dengan sinetron Indonesia yang kini banyak kenakan pengambilan gambar close up atau separuh badan, yang terkesan kaku dan kurang menuntut hubungan antar pemain.

Selain teknik pengambilan gambar, teknologi yang digunakan untuk editing video pun terlalu canggih. Transisi video demi video pun nampak mulus dan menarik untuk dinikmati. Namun seluruh hal itu sesungguhnya terjalin bersama dengan ongkos yang musti dikeluarkan untuk tiap-tiap produksi. Kamera dan beragam alat editing video yang dipakai pun tidak sama kualitas, supaya membuahkan karya serial yang juga tak bisa disamakan.

  1. Jumlah Episode Gak Bikin Males!

Jika sinetron Indonesia punyai jumlah episode ratusan, maka didalam drama Korea Selatan biasanya cuma mematok 16-25 episode. Itupun kecuali cerita sesungguhnya mengangkat konflik yang rumit dan cukup kompleks. Lain bersama dengan drama saenguk atau drama histori yang biasanya punyai episode lebih banyak berkisar 50 hingga 75 episode. Namun hal ini sesuai porsi cerita yang butuh durasi yang lebih lama ketimbang tema drama yang ringan, seperti kisah percintaan dan tema anak sekolahan

Jumlah episode turut terpengaruh bersama dengan jadwal tayang yang berbeda. Jika di Indonesia sinetron sekarang musimnya kejar tayang dengan sebutan lain diputar tiap-tiap hari, maka di Korea tiap-tiap drama biasanya ditayangkan dua hari didalam seminggu. Sehingga untuk selesaikan satu drama mesti 3 hingga 4 bulan untuk menyelesaikannya. Hal inipun tentu membuat pemirsa semakin penasaran dan menambah keseruan drama yang ditayangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *